ASSERTIVE LEADER

ASSERTIVE LEADER

ASSERTIVE LEADER

INCREASING POPULARITY

  • There has been an increase in individual freedom.
  • It empowers people who use it.
  • It encourages psychological health in those who use it.
  • In less hierarchical work structures, managing by rank alone is no longer effective.
  • More competition for resources makes it necessary for individuals to pursue what the want.

ASSERTIVENESS AND INTEGRITY

When we are assertive we increase our integrity because we are honest with ourselves and with others.

When we are honest with ourselves and with others we are able to achieve what we want without compromise.

 

KEEPING A BALANCE

In assertiveness we balance the needs of others with our own. We treat others as we wish to be treated. When necessary we can choose whether to give priority to the needs of others or choose to give greater consideration to our own needs.

 

POLA PERILAKU NON ASSERTIVE

  1. KARAKTER UMUM
  • Pemaaf.
  • Terlalu sadar pada kelemahan diri sendiri.
  • Kurang spontan.
  • Lebih percaya pada orang lain, kurang yakin pada diri sendiri.
  • Salah tingkah/kikuk waktu dipuji.
  • Setia pada tugas dan kewajiban.
  • Sulit mengungkapkan keinginan dan perasaan.
  • Ramah, penolong, pendengar yang baik.
  • Sulit mengambil keputusan, tidak to the point, cenderung menyalahkan orang lain.
  • Membiarkan orang lain memutuskan sesuatu untuk dirinya, walaupun tak sesuai dengan keinginan pribadinya.
  • Kurang berorientasi kuat pada sasaran/goal pribadi.
  • Cenderung kehilangan respek dan ketegaran dirinya.
  1. PERILAKU UMUM
  • Sering tarik nafas panjang.
  • Senyumnya terlihat seperti marah.
  • Cenderung mengambil sikap netral/abstain untuk menghindari konflik.
  • Takut mengambil resiko.
  • Demam panggung ketika harus berbicara di depan kelompok/ publik.
  • Menekan perasaan ketika diperlakukan tidak adil.
  • Permisi barulang kali – walau tak perlu.
  • Lebih banyak mengeluh daripada bertindak.
  • Sering menganggukkan kepala tanda setuju dan menurut.
  • Membiarkan orang lain melanggar hak pribadinya tanpa berani mencegah.
  • Tunduk/patuh pada keinginan dan perintah orang lain.
  1. GAYA KOMUNIKASI

–Tak langsung, terselubung.

–Selalu menyetujui dan menerima.

–Tidak bersuara lantang.

–Ragu-ragu berbicara.

–Tak suka interupsi untuk memperjuangkan pendapatnya.

–Tak suka protes, menghindari perdebatan.

  1. PERASAAN

–Menutup-nutupi perasaan sebenarnya.

–Berperasaan sebagai pengabdi, melayani, penyenang hati orang lain.

–Merasa rendah diri/inferior.

–Merasa depresi/jiwa tertekan.

–Menyembunyikan kemarahan dan emosi dalam hati.

–Pemalu, selalu sungkan.

–Merasa dilukai, dimanipulir, dimanfaatkan – tanpa daya melawan.

–Sering merasa terancam oleh lingkungan.

  1. PANDANGAN & KEYAKINAN

–“Jangan tunjukkan perasaanmu sebenarnya”

–“Jangan bicara sebelum ditanya”

–Jangan katakan apa yang kau pikirkan”

–“Kita harus selalu bersikap manis”

–“Jangan bikin ulah jika kamu tidak ingin dimusuhi”

–“Selalu beres setiap saat, agar tetap dihargai”

–“Jangan membantah”

–“Hak orang lain lebih penting daripada saya”

  1. EKSPRESI NON VERBAL

Gerak-gerik

  • Meremas-remas/melipat-lipat tangan.
  • Memain-mainkan pensil, bolpoint, kancing baju, atau bagian lain pakaian/ peralatan.
  • Membetulkan baju, celana, pakaian.
  • Sering menutup mulut dengan tangan.
  • Sikap gugup, kikuk.
  • Kerap mengangguk-anggukkan kepala untuk menyepakati.

 

Wajah

  • Tidak ekspresif, suram.
  • Nampak jenuh, bosan, gelisah.
  • Senyum dan angguk kepala tanda setuju.
  • Muka muram, sedih.
  • Menggigit bibir.
  1. EKSPRESI NON VERBAL

Mata.

  • Jarang menatap orang lain.
  • Sinar mata sayu/redup.
  • Menghindari pandangan.
  • Pandangan kosong.

Tubuh.

  • Merunduk, membungkuk.
  • Melengkung/kurang tegak.
  • Bahu melorot, menunduk.
  • Bersandar.
  • Tidak mencerminkan ketegaran.

Suara.

  • Lemah, berbisik.
  • Pelan, lamban.
  • Tidak lantang.
  • Banyak bertanya.
  • Nada suara memohon.

 

Pembicaraan.

  • Gelagapan/cepat tapi terputus-putus jika sedang cemas.
  • Segan bicara, jika sedang ragu-ragu/tak aman.
  • Bicaranya bertele-tele.

 

  1. EKSPRESI VERBAL

“Saya harap ………………………………………..”

“Saya ragu apakah saya ………………………..”

“Saya tidak mampu ……………………………..”

“Saya tidak pernah .……………………………..”

“Saya akan coba ………………………………….”

“Jika sekiranya ……………………………………”

Saya kira ……………………………………………”

“Saya kuatir ……………………………………….”

“Mungkin …………………………………………..”

“Barangkali ………………………………………..”

Maaf, tetapi ……………………………………….”

“Saya merasa tak enak mengatakan ………..”

“Bolehkan saya bertanya sedikit “?

“Apakah anda berkeberatan jika saya ………”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *