EFFECTIVE COACHING

EFFECTIVE COACHING

EFFECTIVE COACHING

Prinsip Coaching

1.Coaching secara umum adalah menempatkan individu yang “punya potensi lebih” untuk bisa dikembangkan secara optimal (bebas dari potensi patologis)

2.Coaching berhubungan erat dengan pekerjaan yang Anda geluti, sebagai wakil dari perusahaan untuk mengembangkan karyawan Anda daripada psikoterapi yang bertujuan meningkatkan efektivitas karyawan bagi perusahaan.

3.Coaching secara umum lebih banyak berorientasi pada hasil & tindakan specifik daripada terapi.

4.Coaching tidak sama dengan terapi/konseling

5.Coaching tidak bertujuan untuk mengubah yang negatif atau performance di bawah rata-rata melainkan untuk mengembangkan karyawan yang performance rata-rata (cukup) dan baik untuk menjadi ‘Excellent’

 

Sepuluh (10) Hal Yang Perlu Untuk Menjadi Coach Yang Efektif

1.Jangan menyakiti /merugikan bawahan yang akan kita coach.

2.Miliki Rasa Percaya Diri yang Prima.

3.Komitmen pada diri Anda sendiri untuk pendekatan yang Anda lakukan Commit yourself heart and soul to your approach.

4.Berikan harapan pada karyawan yang Anda coach bahwa ini bermanfaat untuk dirinya (AGB) dan Anda wujudkan pengharapan Anda pribadi pada hasil yang diharapkan.

5.Gunakan Preferensi System orang yang Anda ‘coach.

6.Berikan perhatian khusus pada coachee dan nyatakan secara terbuka dan tegas bahwa ini akan membuat dia semakin produktif (bukan dieksploitasi dalam persepsi serikat pekerja)

7.Jika Anda tidak sedang “On” lebih baik tentukan waktu lain untuk Coaching

8.Perlihatkan bahwa Anda benar-benar dalam kondisi prima dengan menunjukkan bahwa Anda mampu, sehat, kondisi emosi yang stabil, hangat dan dapat dipercaya.

9.Usahakan untuk tetap segar dan tidak bias.

10.Fokuskan waktu Anda pada “coachee”, berikan support terbaik Anda walaupun saat itu banyak tugas menanti Anda. Komitmenlah terhadap diri Anda sendiri bahwa Coaching ini penting dan bermanfaat.

 

KETERAMPILAN COACHING DENGAN PDCA

(Plan) Membuat rencana coaching

(Do) Menjalin hubungan baik

(Do) Mendengarkan

(Do) Mengajukan pertanyaan

(Cek) Memberikan evaluasi & umpan balik

(Action)Mengembangkan pilihan saran

(Action) Memotivasi  

 

  1. Rencana Coaching
  •  Kenali gaya belajar
  •  Persiapkan tujuan yang ingin dicapai dalam Coaching
  1. Penerapan Rencana Coaching
  •  Penjelasan singkat
  •  Dapatkan komitmen
  •  Ciptakan suasana belajar
  1. Pelaksanaan Coaching
  • Mengembangkan Interpersonal skills yang efektif
  • Mendengar dengan efektif
  •  Ciptakan suasana belajar
  1. Evaluasi
  •  Memonitor kemajuan
    • Set Parameter
  •  Penilaian akhir
  •  Authorized & Empower
  •  Menilai kemampuan sendiri sebagai coach / trainer

 

TAHAP DALAM COACHING TERENCANA

TAHAP 1 : Menentukan Kebutuhan Coaching

  1. Contoh tugas Coaching :
  • Mengatasi keberatan pelanggan
  • Membuat sistem arsip yang baik
  • Mengurangi tingkat kesalahan
  • Manajemen waktu
  • Meningkatkan disiplin
  • Meningkatkan penjualan di outlet tertentu
  • Merubah sikap misalnya penampilan
  • Membuat laporan yang SMART
  • Meningkatkan kemampuan “Cross Selling
  • Meningkatkan customer service
  • Meningkatkan “on-time Delivery
  • Meningkatkan customer service
  • Meningkatkan “Effective Call”

 

B.Menetapkan Sasaran Coaching

Specific :

Apa yang diharapkan untuk dicapai harus berupa hasil yang dapat diamati dan dimengerti dengan jelas.

Measurable :

Pencapaian sasaran sedapat mungkin harus dapat diukur, bisa berupa kuantitas, kualitas, biaya, waktu dan sebagainya.

Action :

Jelas langkah apa yang perlu diambil untuk mencapai sasaran.

Realistic :

Sumber daya untuk mencapai sasaran tersebut harus tersedia.

Time Related :

Tiap sasaran dijelaskan kapan harus dicapai (mempunyai “batas waktu”).

 

Tentukan Fokus Kebutuhan :

Pengetahuan, Ketrampilan dan Sikap

 

Pengetahuan

  • Fakta, data dan informasi apa saja ?
  • Dimana Memperolehnya ?

Contoh : POAC, SOP, Product Knowledge

Ketrampilan

  • Ketrampilan atau kemampuan khusus apa yang perlu dimiliki lebih dulu agar ia bisa melakukan tugas tesebut ?

Contoh : Time Management, Customer Service, Report Writing

Sikap

  • Bagaimana sikap mempengaruhi prestasi seseorang ?
  • Apakah sikap tertentu dipengaruhi oleh budaya ?

 

TAHAP 2 : Rencana Coaching

Tahapan belajar dari pengalaman

Tahap – 1

Mengalami sesuatu, baik yang direncanakan maupun yang tidak.

Tahap – 2

Merefleksikan apa yang dialami : secara aktif memikirkan apa yang dialami dan apa artinya bagi yang bersangkutan

Tahap – 3

Menyimpulkan sesuatu dari perefleksian tersebut : menganalisa dan mereka-reka suatu model

bagaimana menghadapi keadaan yang sama kelak.

Tahap – 4

Mencoba menerapkan pada situasi yang sama. Disini tercakup : kreativitas, pemecahan masalah dan pengambilan Keputusan.

 

B.Pilih Kegiatan Belajar

  • Instruksi formal (langsung dalam pekerjaan)
  • Mengikuti pelatihan
  • Membaca, belajar sendiri
  • Self Assessment (penilaian diri sendiri)
  • Mengobservasi orang lain
  • Latihan dengan bimbingan
  • Latihan terencana
  • Kunjungan, Konferensi, Demonstrasi
  • Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
  • Membuat laporan tertulis atau mempresentasikan lisan

c.Persiapkan Rencana Coaching

  1. Catat Tugas Coaching (yang spesifik) dan Sasaran Coaching (yang SMART).
  1. Tetapkan kegiatan Belajar, dan urutannya yang teratur.
  1. Rencanakan Waktu dan masing-masing kegiatan

 

Dapatkan komitmen

  • Libatkan bawahan / dorong partisipasi Anda sedini mungkin
  • Usahakan sebanyak mungkin diskusi 2 arah usahakan diskusi berlangsung positif
  • Dorong agar bawahan mau menuliskan sasaran Coaching
  • Perlihatkan antusiasme dan komitmen

 

TAHAP 4 : Pelaksanaan Coaching

Memudahkan proses belajar

  • Membantu mengidentifikasi dan mengisolasi masalah
  • Membantu terciptanya suasana yang menyenangkan
  • Membuat agar sesuai preferensi dan peningkatan produktivitas kerja
  • Atmosfer yang penuh perhatian, antusias, dan seimbang

 

Mendengar dengan efektif

  •  Jangan menginterupsi
  •  Biarkan hening
  •  Konsentrasi
  •  Dengarkan apa yang dikatakan
  •  Catat yang penting
  •  Berusahalah objektif
  •  Nilailah
  •  Dapatkan arti yang sebenarnya

 

TAHAP 5 : Evaluasi

Memonitor kemajuan

Diantara sesi peninjauan (Review Session)

  • Cek kemajuan dari waktu ke waktu
  • Beri pengalaman, nasihat dan dorongan agar semua kegiatan terlaksana dengan sebaik-baiknya

 

Selama sesi peninjauan

  •  Dorong
  •  Diskusikan setiap masalah yang timbul
  •  Cek jadwalnya

 

Penilaian akhir

  • SASARAN COACHING, sudah tercapai atau belum ?
  • Berhasilkah bawahan mengerjakan tugas coaching, dengan tingkat kinerja (performance) yang baik ?
  • Apakah perlu dan mungkin mengembangkan kompetensi bawahan ini lebih jauh ?
  • Bagaimana bawahan ini menanggapi tugas coaching?
  • Apa kebutuhan pengembangan berikutnya dari bawahan ini ?

 

Implementasi

  • Apakah Anda memperoleh komitmen dari bawahan ?
    •   Dan apakah Anda juga memberikan komitmen ?
  •  Cukup seringkah pengecekan kemajuan Anda lakukan ?
    • Berapa kali sesi peninjauan ?
  •  Anda cukup memberikan dorongan kepada bawahan Anda ?
  • Cukup berhasilkah Anda membantu memecahkan masalah yang diajukan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *