EMPOWERING & MOTIVATING YOUR PEOPLE TO ACHIEVE HIGH RESULT

EMPOWERING & MOTIVATING YOUR PEOPLE TO ACHIEVE HIGH RESULT

Training / Pelatihan Motivation Skills

Biasanya……..

Atasan

Kalau bukan aku…..pasti tidak bisa….

Aku tidak yakin anak buahku bisa.

Kalau anak buahku bisa seperti aku….terus aku nanti bagaimana.

Tugas yang ini bukan level anak buahku.

Makin aku sibuk, makin aku merasa menjadi orang penting

Tak ada waktu untuk melatih anak buahku

 

Biasanya………

Bawahan

Bawahan merasa puas dengan apa yang dikerjakannya.

Bawahan menganggap bahwa bekerja adalah bekerja; jadi tidaklah perlu belajar lagi.

Di lain pihak, bawahan merasa atasan tidak memperhatikannya.

Perusahaan

Perusahaan tidak ada program pelatihan, lebih-lebih untuk level yang semakin ke bawah

Perusahaan harus mencapai sasaran, mengapa mesti memikirkan pemberdayaan segala; cari penyakit saja !

Pemberdayaan, apa itu? Yang penting gaji kan terpenuhi.

 

Maka, ditemukanlah…….

Anak buah ternyata tidak berkembang.

Anak buah ternyata tidak meringankan pekerjaan atasan.

Atasan semakin sibuk

Atasan semakin mengalami stress

Keluhan dari pihak lain makin banyak

Anak buah semakin bergantung kepada atasan

Bingung, waktu mencari pengganti atasan yang keluar.

Lebih percaya kepada kandidat atasan dari luar, ketimbang kepada anak buah yang ada.

 

Mengapa ?

Karena selama ini ternyata………..

Tidak terjadi Proses Pemberdayaan Anak Buah

 

Apakah Pemberdayaan ?

Pemberdayaan adalah proses meningkatkan “Intrinsic Task Motivation” karyawan

 

Intrinsic Task Motivation
(Model Motivasi Herzberg)

 

Faktor Higine/ Extrinsic

–Gaji

–Kondisi Kerja

–Kebijakan Perusahaan

–Penyeliaan

–Kelompok Kerja

Apabila diberikan Mencegah ketidak-puasan

Faktor Motivator/ Intrinsic

–Kemajuan

–Perkembangan

–Tanggung jawab

–Penghargaan

–Prestasi

–Pekerjaan itu sendiri

Apabila diberikan Memberikan Kepuasan

 

Kenyataannya

Kebanyakan organisasi/atasan memperhatikan faktor Higienenya saja.

Faktor Motivator/intrinsic, kerap terabaikan.

 

Pemberdayaan/ Empowerment adalah bentuk proses memberikan kebutuhan karyawan akan faktor motivatornya.

 

4 Dimensi Pasca Pemberdayaan

1.Dampak/ Impact

  • Karyawan akan mendapat dampak positif bilamana pemberdayaan tsb dirasakan membuat dirinya “menjadi lain”

2.Kemampuan/ Competence

  • Pemberdayaan yang akan berhasil sekaligus meningkatkan kemampuan ybs

3.Makna/Meaningfullness

  • Pemberdayaan yang dirasakan tugas yang sangat berharga, akan melekat sebagai sesuatu yang penuh makna bagi ybs

4.Pilihan/Choice

  • Pemberdayaan akan membuat ybs mempunyai lebih banyak pilihan daripada sebelumnya.

 

Berbagai Kegiatan Pemberdayaan

  • Mendelegasikan wewenang
  • Pengambilan keputusan bersama
  • Mendorong “self management”
  • Job enrichment
  • Menciptakan team yang “self managed”
  • Menciptakan tugas-tugas yang memberikan feedback yang intrinsic
  • Sistem penilaian kinerja ke atas (menilai atasan)
  • Mengurangi hal-hal yang formal
  • Menciptakan budaya yang supportive
  • Mendorong goal setting
  • Mendidik dan melatih karyawan

 

Pengaruh Pemberdayaan

Dimensi Pemberdayaan

KegiatanDampakKemampuanMaknaPilihan
Mendelegasikan wewenangx
Pengambilan keputusan bersamax
Mendorong “self management”xx
Job enrichmentxxx
Menciptakan team yang “self managed”xxx
Menciptakan tugas-tugas yang memberikan “feedback yang intrinsic”x
Sistem penilaian kinerja ke atas.(menilai atasan)x
Mengurangi hal-hal yang formalx
Menciptakan budaya yang supportivexxx
Mendorong goal settingx
Mendidik dan melatih karyawanx

 

Sumber Kegagalan Pemberdayaan

  • Keangkuhan atasan
  • Kekhawatiran atasan
  • Ketakutan bawahan
  • Kemandegan bawahan
  • Kesadaran Organisasi ( thd SDM)
  • Keinginan serba instant dan cepat.

 

Pertimbangan Pemberdayaan

  • Tidak setiap wewenang bisa didelegasikan
  • Tidak setiap proses manajemen merupakan proses yang terbuka.
  • Tidak setiap bawahan memiliki kesiapan / kematangan yang sama
  • Tidak bisa semua peraturan dapat dibuat flexibel
  • Tidak semua atasan serta merta memahami pentingnya pemberdayaan
  • Pemberdayaan dapat dilakukan sebagai program bersama, tetapi proses tersebut tidak harus menunggu adanya program bersama

 

Langkah-langkah pemberdayaan
(Stephen Covey)

1.Dapatkan bidang-bidang apa yang merupakan kebutuhan dan tujuan organisasi yang berhimpitan dengan kebutuhan, tujuan dan kemampuan bawahan

2.Buat kesepakatan menang-menang

3.Biarkan bawahan melaksanakan kesepakatan itu sendiri.

4.Jadilah sumber bantuan bagi bawahan tersebut bilamana membutuhkan bantuan

5.Mintalah mereka melaporkan pertanggungjawabannya atas kesepakatan yang telah dibuat.

 

4 (empat) Syarat Pemberdayaan Effektif
(Stephen Covey)

1.Kesepakatan menang-menang

2.Supervisi diri

3.Struktur dan sistem yang membantu

4.Pertanggungjawaban

 

5 (lima) Bidang Kesepakatan Menang-menang
(Stephen Covey)

1.Hasil-hasil yang diinginkan

2.Panduan

3.Sarana

4.Tetapkan Pertanggungjawaban (Akuntabilitas)

5.Tetapkan Konsekuensi

 

Manfaat Pemberdayaan

  • Motivasi bawahan meningkat
  • Kemampuan bawahan meningkat
  • Atasan berpeluang melakukan tugas-tugas lainnya.
  • Hubungan atasan-bawahan lebih efektif
  • Kemampuan organisasi meningkat
  • Saling mendukung dimungkinkan menjadi budaya organisasi
  • Menjadi organisasi pembelajar semakin terwujud
  • Daya saing organisasi semakin tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *