MAXIMIZING EQ

MAXIMIZING EQ

MAXIMIZING EQ

Arti Pentingnya Emotional Quotient (EQ) :

Kemampuan mengetahui apa yang kita dan orang lain rasakan, termasuk cara tepat untuk menangani masalah yang terjadi.

-Daniel Goleman

 

Pentingnya EQ dalam pekerjaan ?

1.Memiliki prestasi dalam pekerjaan sebagai individu dan tim.

  1. Mampu mengelola konflik.
  2. Memiliki empati terhadap atasan, bawahan dan rekan kerja.
  3. Mampu menghadapi dan menjalankan perubahan.
  4. Mampu membaca dan mengenali emosi diri sendiri maupun orang lain serta mengambil tindakan yang tepat dalam menanganinya.
  5. Mampu memahami dan mengembangkan konsep psikologi dasar dari Kecerdasan Emosional.
  6. Lebih mampu menunjukkan kecerdasan emosional di tempat kerja.
  7. Meningkatkan keterampilan menghadapi orang sulit.

 

Tanda-tanda Orang dengan EQ Tinggi

Berikut ini merupkan pedoman umum untuk mengenali orang dengan EQ tinggi.*

*Tentu saja ini hanya merupakan generalisasi yang mungkin diterapkan secara berbeda.

  • Mampu mengekspresikan perasaannya dengan jelas melalui kalimat tiga kata, “Saya merasa………….”
  • Tidak takut mengungkapkan perasaannya
  • Tidak didominasi oleh emosi yang tidak menyenangkan seperti : takut, khawatir, malu, kecewa, tidak berdaya, dlsb.
  • Mampu membaca komunikasi non-verbal yang tak terucap
  • Bertindak karena termotivasi bukan karena aturan atau keharusan
  • Memiliki ketabahan secara emosi
  • Optimis dan mampu melihat sisi positif
  • Lebih termotivasi karena faktor intrinsik (dari dalam) bukan dari luar
  • Merasa nyaman untuk berbicara mengenai perasaan
  • Tidak lumpuh karena tekanan emosi
  • Mampu merefleksikan berbagai perasaan yang muncul dalam dirinya dan orang lain.
  • Tidak mau bertanggung jawab atas perasaannya yang negatif tapi cenderung menyalahkan orang lain yang menjadi akibatnya
  • Tidak mampu mengungkapkan perasaannya
  • Tidak dapat menjelaskan mengapa memiliki perasaan tertentu tanpa harus menyalahkan orang lain atau situasi
  • Sering menyerang, mengkritik, menginterupsi, mengkuliahi serta memberikan “cap” tertentu pada orang lain
  • Sering menyimpan informasi atau bercerita bohong mengenai perasaannya (emotional dishonesty)
  • Tidak peka terhadap perasaan orang lain
  • Sering merasa tidak aman dan sukar untuk menerima kesalahan diri, serta meminta maaf secara tulus
  • Sering berpikir pesimistik dan merasa dunia ini tidak adil
  • Menghindari relasi secara harmonis dengan orang lain, dan melampiaskan pengganti relasi pada binatang kesayangan, benda-benda koleksi, aktivitas individu, dlsb.
  • Pendengar yang jelek, suka menginterupsi dan berdebat setiap saat
  • Puas jika berhasil menghina ataumengalahkanorang lain (tanda-tanda abnormalitas sosial)

 

7 KEBIASAAN ORANG DENGAN EQ TINGGI

  1. Melabel perasaannya sendiri daripada melabel orang atau situasi lain. Misalnya : “Saya merasa tidak sabarvsKamu ini selalu lambat”. “Saya merasa marahvsKamu tidak pernah tepat waktu dan tak bisa dipercaya
  2. Dapat membedakan antara perasaan dengan pikiran. Pikiran: “Saya merasa sepertinya….”, “Saya merasa bahwa…”, “Saya rasa jika….” Perasaan : “Saya merasa…..”
  1. Bertanggungjawab dan dapat mengendalikan perasaan yang dirasakan saat ini. Saya merasa jengkeldaripadaKamu membuat saya jengkel
  2. Menggunakan perasaannya untuk mengambil keputusan. Bagaimana perasaan saya jika saya mengambil keputusan ini?”
  1. Menghargai perasaan orang lain (me-validasi perasaan orang lain) dengan berusaha mengerti, berempati dan menerima perasaan orang lain.
  2. Berlatih menciptakan perasaan dan suasana hati yang positif dan tetap optimis meski dalam situasi yang tertekan. Kepada diri sendiri akan berkata, “Apa yang saya rasakan? Bagaimana membuat saya merasa lebih enak?” Kepada orang lain berkata, “Bagaimana perasaanmu? Bagaimana membuat perasaanmu lebih nyaman?”
  3. Tidak men”caporang lain dari perasaannya serta tidak menghakimi, menertawakan atau mengkritik orang lain demi kepuasan sendiri.

 

Manajemen Interaktif Berbasiskan EQ

1.Mendengar/Memberi Umpan Balik. Mendengarkan apa yang disampaikan orang dan memberikan umpan balik berdasarkan apa yang telah disampaikan berarti menunjukkan Anda menghargai masukan serta opini mereka.

2.Pengambilan keputusan dengan sistem mitra. Bagikan tanggungjawab keputusan kepada karyawan. Tanggungjawab pengambilan keputusan dapat mengurangi perasaan hilangnya kontrol, kurang dihargai dan merasa direndahkan.

3.Komunikasi. Belajar menyampaikan komunikasi kepada setiap orang tentang apa, mengapa dan bilamana sesuatu terjadi (khususnya bila Anda manajer). Menjalin komunikasi hanya dengan segelintir orang saja dapat memicu sikap buruk pada diri mereka yang merasa kurang dihargai.

4.Pelatihan. Pelatihan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis tapi juga rasa dihargai dan kebanggaan juga meningkat.

5.Pengakuan. Karyawan yang merasa diakui, akan berusaha memberikan kontribusi yang maksimal daripada yang terus-menerus dikritik dan dimarahi.

6.Menutup masa silam. Biarkan kesalahan dan kegagalan di masa lalu dikubur dan tidak diungkit-ungkit lagi. Membangkitkan kesalahan di masa lampau membuat orang merasa rendah diri, terus merasa bersalah dan takut mencoba.

 

Perasaan-perasaan Negatif yang Banyak Terjadi pada Karyawan

1.Merasa tidak dihargai

2.Merasa tidak dihormati

3.Merasa tidak terpenuhi aspirasinya

4.Merasa tidak tertantang

5.Merasa kurang termotivasi

6.Merasa apatis (acuh tak acuh)

7.Merasa “di-eksploitasi

8.Merasa bosan

9.Merasa dikritik

10.Merasa tidak didukung

11.Merasa dihalangi

12.Merasa terlalu dikontrol

13.Merasa diremehkan kemampuannya

14.Merasa punya kuasa (powerless)

15.Merasa menjadisapi perah

16.Merasa dibayar kurang

17.Merasa stress

18.Merasa dihakimi / diberikan cap tertentu

19.Merasa takut dan tidak aman

 

Inilah yang kita sebut sebagai UEN (Unmet Emotional Needs). UEN ini seringkali merupakan sumber utama permasalahan-permasalahan di perusahaan.

 

Akibat-akibat yang ditimbulkan dari perasaan yang negatif di kantor

  • Meningkatnya usahamembela dirijika dikritik (tidak dapat belajar berjiwa besar terhadap kritik)
  • Keluar masuk dari pekerjaan satu ke pekerjaan lain
  • Hilangnya waktu kerja
  • Komunikasi yang tidak efektif
  • Ketidakjujuran, main “rahasia-rahasiaantanpa alasan logis
  • Kerapuhan, sangat sensitif
  • Menurunnya kreativitas
  • Takut akan risiko, kritik, judgment atau ketidaksetujuan
  • Ketidakefisienan dalam memecahkan masalah
  • Meningkatnyasaling menyeranglangsung maupun tidak

 

Perasaan-perasaan Paling Diinginkan Karyawan yang Dapat Diciptakan oleh Pihak Management / Atasan

  • Dihargai
  • Diakui
  • Didukung
  • Dibantu
  • Dipercaya
  • Diapresiasi
  • Dianggap penting
  • Dibutuhkan
  • Dinilai tinggi
  • Diberikan kesempatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *