Metode Training Humanis

Metode Training Humanis

Metode Training

Sahabat Humanis …

Dalam menyampaikan materi Training sesuai dengan kebutuhan para peserta / klien, Humanis memiliki 8 Metode Training. Metode-metode ini digunakan agar materi-materi yang disampaikan dapat dipahami oleh para peserta

8 Metode Training tersebut adalah :

1. Ceramah

Ceramah adalah penyampaian konsep dan teori untuk penambahan wawasan dalam bentuk kuliah dan tanya jawab.

Ceramah dapat berarti pesan yang memiliki tujuan untuk menyampaikan nasehat dan petunjuk-petunjuk kepada audiens yang bertindak sebagai pendengar.

Ceramah juga merupakan kelompok berbicara satu arah; pembicara menyampaikan gagasannya kepada pihak lain dan tidak memerlukan umpan balik dalam berbagai bentuk berupa tanggapan atau respon dari pihak lain.


Ketika akan memberikan sebuah nasehat hendaknya diperhatikan 12 hal berikut ini :

a. Berdo’alah sebelum anda menasehati agar nasehat yang Anda berikan akan berjalan lancar dan membawakan kemanfaatan.

b. Pandanglah wajah hadirin yang datang jangan memandang ke bawah.

c. Pakailah pakaian yang sopan (baju berkerah)

d. Pakailah bahasa yang sopan dan gampang dimengerti.

e. Gunakan bahasa yang indah agar menarik simpati hadirin sehingga mereka mendengarkan nasehat yang sedang diberikan.

f. Dalam setiap nasehat, usahakan diselingin candaan atau guyonan agar hadirin tidak bosan.

g. Dalam nasehat agar ada sumbernya yang sesuai dengan topik nasehat yang sedang diberikan.

h. Berilah gambaran-gambaran yang masuk akal dan sesuai dengan nasehat yang sedang Anda berikan.

i. Sampaikan nasehat Anda secara urut dan teratur agar mudah dicerna dan diingat oleh hadirin.

j. Setelah semua nasehat yang diberikan. Maka selanjutnya adalah menghimpun semua nasehat yang telah disampaikan dan menyimpulkannya kemudian menyampaikannya kembali kepada hadirin secara singkat dan tepat.

k. Mintalah maaf kepada hadirin sebelum menutup sebuah nasehat.

l. Tutuplah nasehat Anda dengan suatu bahasa yang indah kembali agar hadirin terkesima dengan nasehat Anda.

2. Diskusi

Diskusi adalah interaksi komunikasi diantara dua orang atau lebih / kelompok.(wikipedia)

Peserta melakukan diskusi untuk mendapatkan kesepahaman bersama dan memberikan jawaban atau solusi atas suatu hal.

3 Unsur Diskusi :

a. Bahan / Materi Diskusi

b. Manusia, sebagai pelaksana. Terdiri dari moderator, notulis, peserta dan pemakalah/penyaji.

c. Peralatan dan perlengkapan.

3 macam Diskusi, yaitu :

a. Seminar:

Seminar didefinisikan sebagai diskusi yang digunakan untuk mencari kesepakatan bersama, kesamaan langkah atau pandangan dalam menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat formal atau resmi, sehingga para penampil menyiapkan makalah untuk disajikan kepada peserta. Para Audiens kemudian diberi kesempatan dalam hal menanggapi ataupun menyanggah makalah tersebut. Pada akhir diskusi, moderator dapat menyampaikan hasil dari pemikirannya.

b. Sarasehan / Simposium:

Definisi Sarasehan / simposium yaitu diskusi yang diselenggarakan untuk membahas pokok persoalan atau masalah.

c. Diskusi Panel:

Diskusi panel didefinisikan sebagai diskusi yang digunakan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan terhadap suatu masalah yang sedang hangat dengan mengikutsertakan beberapa ahli disiplin ilmu atau profesi untuk bertindak sebagai pembicara atau narasumber. Moderator dapat mengajukan pertanyaan kepada panelis untuk menggali pandangan / pendapat. Peserta diskusi memiliki ruang untuk mengajukan pertanyaan, menanggapi atau menyanggah pendapat dari panelis yang pada akhir diskusi moderator memberikan pokok-pokok pikiran hasil diskusi.

d. Konferensi:

Pengertian konferensi adalah pertemuan untuk melakukan perundingan atau sarana pertukaran pendapat terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi bersama.

e. Lokakarya:

Pengertian lokakarya adalah sebuah diskusi atau pertemuan antar para ahli atau pakar dalam membahas suatu masalah yang ada di bidangnya.

3. Studi Kasus

Pembahasan kasus-kasus sesuai dengan topik untuk meningkatkan pemahaman atas penerapan suatu konsep teoritis.

2 Batasan Studi Kasus :

a. Sasaran studi kasus dapat berupa manusia, peristiwa, latar, dan dokumen;

b. Sasaran-sasaran tersebut di atas jika ditelaah secara mendalam sebagai suatu bentuk totalitas sesuai dengan latar atau konteksnya masing-masing dengan maksud untuk memahami kaitan-kaitan yang ada di antara variabel-variabelnya.

6 Jenis Studi Kasus

a. Studi kasus kesejarahan organisasi, difokuskan pada organisasi tertentu dan dalam kurun waktu tertentu, dengan menelusuri perkembangan organisasinya. Studi kasus ini kurang memungkinkan untuk dapat diselenggarakan, karena umumnya sumbernya kurang lengkap.

b. Studi kasus observasi, teknik pengumpulan datanya melalui observasi peran-serta atau obesrvasi partisipatif (participant observation), sedangkan fokus studinya pada suatu organisasi tertentu.

Bagian-bagian organisasi yang menjadi fokus studinya antara lain:

(1) suatu tempat tertentu di dalam perusahaan;

(2) satu kelompok karyawan;

(3) kegiatan perusahaan.

c. Studi kasus sejarah hidup, teknisnya dengan mewawancarai satu orang dengan maksud mengumpulkan narasi-narasi saksi pertama dengan kepemilikan sejarah yang khas. Wawancara biografi atau sejarah hidup biasanya mengungkap cerita mengenai karier, pengabdian hidup seseorang, dari lahir hingga sekarang.

d. Studi kasus kemasyarakatan, studi tentang kemasyarakatan (community study) yang berpusat pada masyarakat sekitar (komunitas), bukan pada satu organisasi tertentu.

e. Studi kasus analisis situasi, studi kasus ini digunakan untuk menganalisis situasi terhadap peristiwa atau kejadian tertentu.

f. Mikroethnografi, studi kasus yang dilakukan pada unit organisasi yang sangat kecil (mikro).

4. Skill Practice

Peserta berlatih untuk menggunakan pengetahuan atau keterampilan yang baru dipelajari.

5. Positive Model

Memberikan contoh (sample) yang baik dan benar agar bisa ditiru oleh peserta.

Positif Model adalah sistem mentoring dan disiplin yang berfokus pada perilaku kerja yang positif dan kinerja . Untuk perusahaan besar dan kecil , positif dapat menyediakan cara untuk melatih karyawan dan meningkatkan keberhasilan karyawan . Ini memiliki efek pada pekerja individu dan mereka yang merupakan bagian dari tim yang lebih besar.

6. Simulation And Feedback

Memberikan penugasan identik dengan situasi nyata yang akan dihadapi agar nantinya mendapatkan masukan mengenai performancenya.

7. Role Play

Memberikan peserta kesempatan untuk bermain peran atau tugas tertentu dalam sebuah kondisi.

8. Games

Pemberian rangsangan secara terstruktur berupa aktivitas-aktivitas permainan dengan memberikan insights kepada para peserta sesuai objective pembelajaran yang hendak dicapai.

Leave a Reply