NLP MASTERY

NLP MASTERY

Sistem Representasi

Think of “coffee.”

What comes to mind?

 

Kita menerima dunia melalui kelima indera kita. Kita menggunakannya sebagai dasar dari semua spek dari proses pikiran kita. Karena kita menggunakan indera ini, bekerja sama dengan system saraf untuk menciptakan representasi dunia secara internal, oleh sebab itu disebut system representasional.

  • Visual – Penglihatan
  • Auditory – Pendengaran
  • Kinesthetic – Perasa
  • Oldfactory – Penciuman
  • Gustatory – Pengecap

 

Sistem Utama

Walau kita akan menggunakan system terbaik berdasarkan pilihan yang tersedia untuk kita, kita cenderung untuk menyukai salah satunya. Kita secara alami berpikir dengan gambar, suara, atau perasaan. Sistem yang paling sering digunakan oleh seseorang merupakan system utamanya.

 

Predicate

Kita menggunakan bahasa untuk mengkomunikasikan pikiran kita.

Kata-kata yang kita gunakan merefleksikan cara kita berpikir, oleh sebab itu pilihan kata cenderung menunjukkan system representasional yang sedang kita gunakan.

Untuk menciptakan RAPPORT, samakan predikat dengan lawan bicara. Kita akan berbicara bahasa mereka, dan mempresentasikan ide dalam cara yang sama seperti mereka memikirkannya.

 

VISUAL

Contoh Predikat

VISUAL, fokus pada penglihatan / imajinasi

  • Sudut pandang
  • Kelihatan
  • Kejelasan
  • Mendemontrasikan
  • Mengilustrasikan
  • Tampang
  • Gambaran
  • Memperhatikan
  • Mengawasi
  • Pemandangan
  • Titik temu
  • Garis besar
  • Ilustrasi
  • Samar-samar
  • Melihat lebih dalam
  • Gelap

 

BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG VISUAL

  • JADILAH PENDENGAR YANG BAIK, CATAT SEMUA HAL PENTING YANG DISAMPAIKAN (JANGAN MENYELA)
  • BERIKAN BANYAK PUJIAN
  • BANYAK SENYUM
  • GUNAKAN PREDIKAT YANG BANYAK BERHUBUNGAN DENGAN MATA / PENGLIHATAN
  • AJUKAN PERTANYAAN MENGARAH KE PERSETUJUAN
  • INTONASI SUARA CERIA & SEMANGAT
  • JANGAN BERTELE-TELE
  • TUNJUKKAN DATA-DATA PENDUKUNG, MISAL : GAMBAR, BROSUR, DATA ABSENSI, CONTOH ALAT / MESIN, DLL.
  • BUAT SUASANA “HAPPY”

 

AUDITORY

AUDITORY, fokus pada pendengaran

Mengumumkan

Berkomunikasi

Membicarakan

Mendengarkan

Ribut

Kesunyian

Vocal

Suara

Gossip

Menyebutkan

Deringan

Jernih

Mengungkapkan

Kehabisan kata-kata

Kata demi kata

Satu frekuensi

 

BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG AUDITORY

  • BERIKAN PENJELASAN SECARA DETAIL, JELAS &   MEYAKINKAN
  • NADA BICARA TENANG / KALEM
  • GUNAKAN PREDIKAT / KATA-KATA YANG BANYAK BERHUBUNGAN DENGAN TELINGA / PENDENGARAN
  • SUASANA RUANGAN USAHAKAN YANG ADA BACKGROUND MUSIKNYA
  • MEMBANTU MEMBUAT KEPUTUSAN DENGAN DUKUNGAN REFERENSI PENDAPAT ORANG ATAU PERUSAHAAN YANG TELAH BEKERJA SAMA DENGAN PERUSAHAAN ANDA.

 

KINESTETIK

KINESTETIS, fokus pada gerak fisik, perasaan

Aktif

Dapat diterima

Aliran

Tegas

Keras

Pegangan

Emosional

Konkrit

Solid

Kasar

Dukungan

Mengambil

Dipengaruhi oleh

Menanggung

Merangkak

Mengeluarkan Semua kartunya

 

BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG KINESTHETIC

CIRI – CIRI :

  • GUNAKAN NADA BICARA TENANG CENDERUNG LAMBAT & DALAM
  • SEDIKIT EYE CONTACT (JAGA PRIVASINYA)
  • BERIKAN CONTOH BARANG / BROSUR / PENDUKUNG UNTUK DIPEGANG
  • TUNJUKKAN PERINCIAN DAN PERBANDINGAN HARGA
  • GUNAKAN TEKANAN EMOSI UNTUK MENGARAHKAN KEPADA KEPUTUSAN YANG DIINGINKAN
  • CIPTAKAN SUASANA (TEMPAT) NEGOSIASI SE “COMFORT” MUNGKIN
  • JANGAN INTERUPSI SAAT IA SEDANG BERPIKIR

 

WORDS    :

 V – Melihat, Memandang

  A – Mendengar, Cerewet

  K – Merasa, Memahami

VOICE TONE  :

  V – tinggi, cepat

  A – ritmis, sedang

  K – dalam, lambat

PHYSIOLOGY  :

  V – atas

  A – tengah

  K – bawah

 

Realita Internal vs Realita Eksternal

Kita tidak berpikir, merasakan, dan bertindak berdasarkan realita. Kita berpikir,merasakan, dan bertindak berdasarkan persepsi kita terhadap realita.

 

Presuppositions of NLP

Presuposisi adalah prinsip dan bertindak, untuk membantu efektifitas.

1.Ada sebuah NIAT POSITIF yang memotivasi setiap perilaku.

2.Perilaku dievaluasi dari sisi KONTEKS dan EKOLOGI.

3.Setiap orang hidup dalam MODEL DUNIA masing-masing yang unik, yang patut dihormati.

4.SUMBER DAYA yang dibutuhkan seseorang untuk membuat sebuah perubahan sudah ada dalam diri setiap orang.

5.Makna dari komunikasi adalah RESPON yang anda dapat.

6.Penolakan adalah tanda kurangnya RAPPORT.

7.Tidak ada klien yang resisten, hanya Komunikator yang tidak FLEKSIBEL.

8.PETA bukanlah daerah yang sebenarnya.

9.Semua hasil dan perilaku adalah pencapaian, tidak pedili apakah itu hasil yang diinginkan dalam konteks tertentu atau tidak.

10.Saya yang mengendalikan pikiran saya, oleh sebab itu saya yang bertanggung jawab terhadap HASIL yang saya capai.

11.Saya yang menciptakan realitas saya sendiri.

12.Keputusan dibuat berdasarkan PILIHAN terbaik yang tersedia saat itu.

13.Orang dengan PILIHAN terbanyak yang menguasai system.

14.Perilaku yang EFEKTIF dicapai dengan PETA terluas dan sikap paling FLEKSIBEL

15.Pikiran dan tubuh adalah SATU

16.ENERGI mengalir kemana NIAT dan FOKUS mengalir.

17.Jika saya PERCAYA, saya akan liat.

18.Segala sesuatunya BERHUBUNGAN

19.Jika yang saya lakukan tidak EFEKTIF, saya UBAH pendekatan saya

20.Jika mau paham, LAKUKAN.

 

THE MAGIC OF RAPPORT : Pacing Leading

RAPPORT adalah mengenai membangun hubungan dengan orang lain. Pemahaman paling sederhana mengenai RAPPORT adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan keterbukaan untuk dipengaruhi, di semua tingkatan.

RAPPORT adalah terbangunnya kepercayaan, harmonisasi, dan kerja sama dalam sebuah hubungan. Robert Dilts menggambarkan RAPPORT sebagai sebuah lingkaran pengaruh bersama.

 

PACING – LEADING adalah alat komunikasi NLP yang mendahulukan proses PACING (memahami, menyamakan dan menyesuaikan diri dengan orang lain) sebelum LEADING (mempengaruhi orang lain)

 

Proses matching atau penyesuaian

1.Keseluruhan tubuh

2.Bagian tubuh tertentu

3.Kualitas vocal

4.Sudut gerak bahu atau kepala

5.Sistem representasional

6.Ekspresi wajah

7.Pengulangan kalimat

8.Postur tubuh

9.Pola Napas

 

CALIBRATION

Dalam NLP ada istilah “callibration” (kalibrasi), yakni proses mengamati kondisi fisiologis seseorang untuk membuat ukuran secara spesifik bagaimana kondisi pikirannya saat itu.

Kalibrasi ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan pemancing untuk mengakses memori tertentu dalam pikirannya sehingga pembeli masuk pada state of mind yang diinginkan. Misalkan : “Pak, kapan terakhir kalinya Anda membeli produk dan puas, bisa dijelaskan?”. Pada saat calon pembeli menjawab, lakukan pengamatan pada kondisi fisiologisnya, cari perbedaan antara kondisi normal dan kondisi ini (puas membeli).

Nah, lakukan juga kalibrasi pada saat ia tidak puas, misal dengan menanyakan pembelian apa yang pernah disesali. Lihat dan ukur perbedaan fisiologisnya. Dengan demikian Anda sudah punya dua alat ukur : (1). Kondisi fisiologis (observable) saat ia puas, dan (2). Kondisi Fisiologis saat ia tidak puas.

Jelas dalam konteks ini kalibrasi melangkah lebih jauh dibandingkan teori-teori bahasa tubuh (non verbal biasa), karena Anda melakukan pengukuran secara spesifik pada diri seseorang, bukan pukul rata bagi setiap orang.

Saat Anda “menggiring” pembicaraan ke arah closing (penutupan), gunakan alat ukur tadi untuk menilai apakah situasi internalnya sudah cocok/siap untuk dilakukan closing.

 

CALIBRATION & EYE ACCESSING CUES

CALIBRATION

Lihat Perubahan :

  •  Warna Kulit (Skin Color)
  •  Gerakan Otot (Muscle Tone)
  •  Perubahan Mata (Eye Change)
  •  Ketipisan Bibir ( Lip Thinning)
  •  Cuping Hidung (Nostril Flaring)
  •  Pola Nafas (Breathing)
  •  Fisiologis (Body Language, gesture)

Untuk membaca pikiran seseorang

 

EYE ACCESSING CUES (petunjuk gerakan mata)

Vr  Ingatan Berdasarkan Penglihatan : Melihat dari sesuatu yang dilihat   sebelumnya dengan cara melihat yang sama. Contoh pertanyaan untuk   mengetahuinya adalah “Seperti apa warna rambut ibu Anda?” dan “Seperti   apa jaket ibu Anda?”

Vc  Bentuk Berdasarkan Penglihatan : Melihat bayangan dari sesuatu yang   belum pernah dilihat, melihat yang berlainan dengan apa yang pernah   dilihat. Pertanyaan untuk mengetahuinya adalah “Seperti apa kelihatannya   seekor badak jingga berbintik biru?” dan “Akan seperti apa kalau Anda   terlihat dari ruang sebelah?”

Ar  Ingatan Berdasarkan Pendengaran : Mengingat suara yang pernah   didengar.   Pertanyaannya dapat seperti “Apa yang terakhir saya katakan?”

Ac  Bentuk Berdasarkan Pendengaran : Mendengar sesuatu yang belum   pernah terdengar seperti itu. Berbicara dalam bentuk lain. Contoh   pertanyaannya adalah “Kalau Anda menciptakan lagu sekarang, akan seperti   apa bunyinya?” dan “Bayangkan bunyi sirine dari gitar listrik.”

Aid  Dialog Internal : Berbicara sendiri. Pernyataan yang biasanya dapat   mengetahuinya adalah “Katakan sesuatu pada diri Anda sendiri apa yang sering   Anda katakan pada diri Anda.”

Perabaan / Kinestetik : Merasa emosi, perasaan tersentuh, merasakan   gerakan otot. Pernyataan yang dapat mengetahui jenis ini adalah “Seperti apa   rasanya bahagia?”, “Apa rasanya kalau menyentuh pohon cemara?” dan   “Seperti apa rasanya berlari?”

 

REFRAMING

Bagaimana kita mengalami sesuatu kejadian tergantung pada bagaimana kita ‘membingkai’-nya dalam pikiran kita. Cara kita membingkai sesuatu sangat menentukan makna yang melekat padanya.

Kejadian / pengalaman + Bingkai = Makna

Berbagai alat lomunikasi di NLP berbentuk bingkai, yang mengarahkan pemahaman kita, seperti halnya dalam well-formed outcome, presupposition, dan lain-lain.

Secara alami, kita berusaha mencari makna terhadap kejadian dan pengalaman kita di dunia. Kita memberikan makna terhadap segala sesuatu yang yang kita temui dan alami. Dengan bertumbuhnya kita, makna-makna tersebut menjadi solid dan menetap sebagai sebuah pola untuk membingkai kejadian atau pengalaman berikutnya.

Beberapa bingkai berguna untuk kita dan beberapa memberika kita batasan-batasan untuk maju dan menjadi lebih efektif.

Apabila kita merubah bingkai kita, maknanya pun berubah, dan respon kita pun berubah – cara kita berpikir dan bertindak.

 

Latihan

Luangkanlah waktu sejenak dan ubahlah cara pandang Anda terhadap situasi-situasi berikut:

1.Bos saya selalu saja membentak saya

2.Saya harus membayar pajak Rp. 100.000.000,- lebih tinggi untuk pajak penghasilan tahun ini dibandingkan tahun lalu.

3.Kita sedikit / tidak punya uang ekstra untuk hadiah Lebaran tahun ini.

 

REFRAMING WITH DIFFICULT PEOPLE

Tentukan seseorang yang Anda merasa kesulitan dalam menghadapinya

Cobalah untuk mengingat sebuah situasi tertentu yang sudah terjadi berkali- kali dan kemungkinan besar akan terjadi lagi di masa yang akan datang.

Apakah Anda ingin mengubah situasi agar menjadi lebih baik?

 

8 Langkah Meta Posisi :

1.Siapkan kertas bertuliskan I, II dan III yang menunjukkan posisi (meta posisi).

Catatan : Posisi III sebaiknya berjarak 2 kali lipat dari jarak posisi I & II. Posisi III adalah posisi ‘pengamat’ dimana Anda terpisah sepenuhnya dari situasi yang sedang terjadi diantara kedua posisi yang lain (bayangkan Anda seperti sedang berada di sebuah tabung plastik kedap suara).

 

2.Berdirilah diatas kertas bertuliskan III (posisi III)

Dari posisi III ini (meta posisi) perhatikan perilaku kedua orang yang sedang berada di posisi I dan II. Yakinkan bahwa Anda sedang melihatnya dengan mata dan telinga Anda sendiri. Uraikan perilaku masing-masing orang tersebut (contoh: marah, membela diri, takut dan sebagainya).

Gunakan kata ganti orang ketiga : dia, mereka.

 

3.Berjalanlah ke arah kertas bertuliskan I.

  Dari posisi I usahakan untuk terlibat langsung (dari mata dan telinga Anda sendiri) serta uraikan apa yang sedang terjadi pada Anda, tentang pikiran, perasaan dan keyakinan Anda terhadap situasi tersebut. Apa tujuan baik Anda berkata dan berperilaku seperti itu dan apa yang Anda dapatkan?

  Gunakan kata ganti orang pertama : saya, kami, kita.

 

4.Berjalanlah kembali ke arah kertas bertuliskan III.

  Dari posisi III perhatikan perbedaan-perbedaanyang terjadi setelah Anda memperoleh lebih banyak informasi tentang diri Anda.

 

5.Berjalanlah ke arah kertas bertuliskan II.

  Dari posisi II usahakan untuk terlibat langsung (masuk ke dalam tubuh orang itu dan tirukan ekspresi wajah serta kebiasaannya). Bayangkan apa yang sedang terjadi pada diri Anda (bila tidak tahu, tebak saja). Uraikan pikiran, perasaan dan keyakinan Anda tentang situasi tersebut. Apa tujuan baik Anda dan apa yang Anda dapatkan?

 

6.Berjalanlah kembali ke arah kertas III.

  Perhatikan situasinya lagi dan rasakan dimana perbedaannya. Pikirkan kemungkinan-kemungkinan apa lagi yang bisa dilakukan orang pada posisi I setelah memahami perbedaan situasinya. Perilaku-perilaku seperti apa yang bisa dicoba agar situasinya menjadi lebih baik dan harmonis (bila diperlukan, masuklah lagi pada salah satu posisi untuk mendapatkan tambahan informasi)

 

7.Berjalanlah ke arah I.

  Dari posisi I tanyakan pada diri sendiri : Dapatkah saya melakukan perilaku baru ini? Buatlah penyesuaian seperlunya.

 

8.Lakukan FUTURE PACING

  Pikirkan situasi di masa yang akan datang ketika hal itu terulang lagi.

 

Meta Model

Meta Model adalah seni penggunaan bahasa untuk mengklarifikasi bahas, baik untuk diri maupun orang lain. Dengan ini dapat diperoleh informasi yang berkualitas dan spesifik.

 

Meta Model menghubungkan kembali antara apa yang dialami dengan bahasa, dan dapat digunakan untuk :

›Mengumpulkan informasi

›Mengklarifikasi pemahaman

›Mengidentifikasi batasan

›Membuka pilihan-pilihan

DISTORSI

GENERALIZATION

DELETION

 

DISTORSI

Mind Reading: mengaku mengetahui STATE’ internal seseorang

Contoh:”Kamu tidak suka dengan saya”

  Respon

“Bagaimana kamu tahu bahwa saya tidak suka dengan kamu?”

Lost Performative: judgment

  Sebuah nilai, dimana orang yang menilai tidak disebutkan.

Contoh: “Inkonsistensi itu buruk”

  Respon

“Menurut siapa itu buruk?”

“Bagaimana kamu bisa tahu itu buruk?”

Cause & Effect: dimana sebab salah diletakkan.

Contoh: “ Kamu membuat saya sedih”

  Respon

  “Bagaimana bisa apa yang saya lakukan menyebabkan kamu memilih untuk merasa sedih?”

“Secara spesifik, bagaimana itu bisa terjadi?”

GENERALIZATION

Universal Quantifier: generalisasi universal seperti semua, setiap, tidak pernah, setiap orang, tak seorang pun,dll.

Contoh: “Dia tidak pernah mendengarkan saya”

  Respon

“Tidak pernah?”

“Apa yang akan terjadi kalau dia mendengarkan kamu?”

DELETION

Lack of Referential Index: gagal untuk menentukan secara spesifik seseorang atau sesuatu.

Contoh: “Mereka tidak mendengarkan saya”

  Respon

  “Secara spesifik, siapa yang tidak mendengarkan kamu?”

Comparative Deletion: baik. Lebih baik, terbaik, buruk, lebih kurang,paling,dll.

Contoh: “Dia sekarang adalah orang yang lebih baik”

  Respon

“Lebih dari siapa?”

“Lebih baik dalam hal apa?”

“Dibandingkan dengan apa/siapa?”

Setiap orang mempunyai motivasi berbeda-beda.

Melalui META PROGRAM kita bisa memahami dan berkomunikasi dengan lebih efektif dengan mereka.

TINGKAT AKTIFITAS

Proactive

Kata-kata:

Ambil tindakan, lakukan, putuskan, cepat dan singkat.

Ciri-ciri:

Inisiatif, tanpa analisa mendalam, langsung, kadang terkesan agresif

Kata-kata mempengaruhi:

Lakukan saja, kenapa harus menunggu, langsung, selesaikan, ambil inisiatif, pegang kendali, sekarang, ayo cepat, dll.

Reactive

Kata-kata:

Mencoba, memikirkan, bisa saja begini-begitu, menunggu, memahami dulu, dll.

Ciri-ciri:

Menunggu situasi aman, ingin bisa menganalisa semua situasi sebelum bertindak.

Kata-kata mempengaruhi:

Mari kita timbang dulu, sekarang setelah Anda menganalisanya, Anda harus memahami dulu bahwa, coba pertimbangkan ini, hal ini akan membuat Anda paham bahwa, pikirkan sejenak mengenai jawaban Anda, bisa saja, dll..

ARAH

Toward

Kata-kata:

Mendapatkan, memperoleh, mencapai, mengejar, mendapatkan, meraih, dll.

Ciri-ciri:

Fokus pada sasaran.Berpikir daris sisi sasaran. Kadang tidak memperhatikan hambatan.

Kata-kata mempengaruhi:

Dapatkan, capai, membuat Anda bisa, keuntungannya, inilah yang dapat anda capai.

Away from

Kata-kata:

Menghindari, mengenali masalah-masalah, mencegah

Ciri-ciri:

Tahu apa yang harus dihindari atau disingkirkan untuk mencapai sasaran. Motivasinya pada masalah yang harus diatasi atau dihindari. Mereka tergerakkan oleh resiko.

Kata-kata mempengaruhi:

Tidak harus , menyelesaikan masalah, mencegah, memperbaiki, tidak harus berurusan dengan, mari kita pelajari apa yang salah, tidak akan ada masalah, ini tidak sempurna.

SUMBER

Internal

Kata-kata:

Tahu/yakin sendiri, percaya pada penilaian sendiri

Ciri-ciri:

Punya standard dan pendapat sendiri mengenai apapun, sulit menerima pendapat orang lain. Mengumpulkan informasi dari luar lalu memutuskan sesuai standard sendiri.

Kata-kata mempengaruhi:

Hanya Anda yang dapat memutuskan, Anda mungkin mau mempertimbangkan, cobalah dulu dan putuskan bagaimana menurut Anda, bagaimana pendapat Anda, apabila butuh informasi yang bisa membantu Anda memutuskan, hubungi saya, saya sarankan Anda memikirkan mengenai, dll.

External

Kata-kata:

Diberikan feedback oleh orang lain, fakta, angka-angka

Ciri-ciri:

Butuh pendapat, masukan orang lain agar bisa tetap termotivasi. Menerima informasi seolah sebuah instruksi atau keputusan

Kata-kata mempengaruhi:

Anda akan mendapatkan pujian, orang lain akan melihat, ini telah disetujui oleh, Anda akan membuat kesan luar biasa, saya sangat menyarankan, menurut pada ahli, bukti dan fakta menunjukkan, dll.

 

Changing Belief

Sub Modalities

Visual

Black & White or Color
Near or Far
Bright or Dim
Location
Size of Picture
Associated / Dissociated
Focused or Defocused
Framed or Unbounded
Movie or Still
If a Movie-Fast/Normal/Slow
3 Dimensional or Flat

Auditory

Loud or Soft
Near or Far
Internal or External
Location
Stereo or Mono
Fast or Slow
High or Low Pitch
Verbal or Tonal
Rhythm
Clarity
Pauses

Kinesthetic

Strong or Weak
Large Area or Small Area
Weight: Heavy or Light
Location
Texture: Smooth or Rough
Constant or Intermittent
Temperature: Hot or Cold
Size
Shape
Pressure
Vibration

 

Well – Formed GOALS

Mengapa membuat tujuan (Goal) itu penting bagi hidup Anda?

  •  Goal menjadikan hidup kita memiliki arah
  •  Goal menjadikan hidup kita bersemangat
  •  Goal dapat membangun minat dan hasrat
  •  Goal memberi kita pengharapan

 

APAKAH ANDA MEMILIKI GOAL ????

APAKAH ANDA MENCINTAI GOAL ANDA???

 

  • Perencanaan membawa Anda lebih dekat pada tujuan.
  • Perencanaan Anda menentukan kesuksesan Anda
  • Buat rencana! Lakukan dan yakini!

 

Write your Goal . . . .

1.Stated in Positives

2.Initiated & maintained by the individual

3.Ecological

4.Testable in Experience – Sensory based

Leave a Reply