WORKING WITH HEART SENSE OF BELONGING

WORKING WITH HEART

SENSE OF BELONGING

WORKING WITH HEART SENSE OF BELONGING

MEMBANGUN SENSE OF BELONGING DALAM PERUSAHAAN

Arti Sense Of Belonging :

  • Merasa memiliki.
  • Merasa bertanggung jawab untuk melindungi sebagaimana milik sendiri.
  • Merasa terpanggil untuk melindungi, menjaga, mengamankan perusahaan, asset perusahaan, masa depan perusahaan.
  • Merasa ingin membantu dan tidak rela melihat perusahaan mengalami keterpurukan.
  • Merasa sebagai Ambassador Perusahaan dan terpanggil untuk menjaga reputasi perusahaan.

 

Hambatan & Tantangan Membangun Rasa Memiliki

  • Mental Tamu
  • Mental Anak Kost
  • Virus Negatif

 

Dari Karyawan :

  • Bersikap negatif dan tidak memiliki kebanggan terhadap pekerjaannya.
  • Tidak merasa satu visi dan misi dengan management.
  • Tidak memiliki sikap mental profesional pekerjaan adalah pelarian.
  • Tidak memiliki ethos kerja profesional.
  • Tidak terpanggil untuk melindungi, menjaga dan menyelamatkan perusahaan.
  • Merasa tidak dihargai dan diperlakukan dengan wajar.
  • Bersikap skeptis dan frustrasi.

 

Dari Perusahaan :

  • Perusahaan tidak punya visi dan misi yang jelas
  • Pemilik dan Eksekutifnya dianggap tidak competence
  • Menjalankan management yang tertutup
  • Perlakuan yang diskriminatif, antara satu dengan lainnya
  • Gonta ganti kepemilikan dan sering melakukan perubahan kebijakan
  • Tidak menghargai hasil kerja dan professionalisme karyawan

 

Mengapa BEKERJA DENGAN HATI dijadikan visi dan orentasi kerja.
Ada beberapa alasan logis yang patut dipertimbangkan.

1.Bahwa memang pekerjaan tidak akan bisa berhasil maksimal kalau pelaksanaanya tidak bekerja sepenuh hati, sebab hati adalah motor penggerak untuk semua aktivitas kehidupan.

2.Bekerja dengan hati-hati meniscayakan adanya banyak pintu dan tempat yang memungkinkan seorang terjebak pada jalan salah dan sesat. Kehati-hatian adalah cara tetap untuk bisa menutup pintu-pintu kesalahan dan kekeliruan dalam mengambil keputusan atau kesimpulan berfikir.

3.Adalah hal yang tidak mudah menyatakan bahwa ada memang faktor-faktor tertentu yang oleh karena kekurang hati-hatian, seorang menjadi tidak baik.

Pekerjaan pada mulanya diniatkan dan dimaksudkan untuk kebaikan, lalu karena kurang hati-hati menjadikan orang lain terzalimi atau korban dari kekurang hati – hatian itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *